Administrasi Kepemimpinan Pendidikan
Administrasi Kepemimpinan Pendidikan
MAKALAH
“Disusun
Untuk Memenuhi Tugas Administrasi Pendidikan”
Dosen
Pembimbing:
Muhammad
Haris, M.Pd.I
Disusun
Oleh :
Kelompok
IV
1.
NUR
MALIYAH
2.
NURUL
ILMA
3.
UMUN
WIDIASTUTI
PRODI MANAJEMEN
PENDIDIKAN ISLAM
FAKULTAS
TARBIYAH
INSTITUT
PESANTREN SUNAN DRAJAT
LAMONGAN
2017
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha
Esa atas segala rahmat-Nya sehingga makalah ini dapat tersusun hingga
selesai. Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimah kasih atas bantuan
teman-teman yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi
maupun pikirannya.
Dan harapan kami semoga makalah ini
dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, untuk ke depannya
dapat memperbaiki bantuan maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik
lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan
maupun pengalaman kami, kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini,
oleh karena kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari
pembaca demi kesempurnaan makalah ini.
Lamongan,
10 febuari 2017
Penulis
DAFTAR
ISI
Halaman Sampul........................................................................................................ i
Kata Pengantar.......................................................................................................... ii
Daftar Isi.................................................................................................................... iii
Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang...................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah.................................................................................. 1
1.3
Tujuan..................................................................................................... 1
Bab II Pembahasan
2.1 Komponen administrasi kepemimpinan
pendidikan.............................. 2
2.2 Karakteristik kepemimpinan
pendidikan............................................... 3
2.3 Peran kepala sekolah/madrasah
sebagai administrator.......................... 4
Bab III Penutup
3.1Simpulan................................................................................................. 7
3.2 Saran...................................................................................................... 7
3.3 Rekomendasi......................................................................................... 7
Daftar Pustaka........................................................................................................... 9
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Administrasi pendidikan merupakan proses keseluruhan dan
kegiatan-kegiatan bersama yang harus dilakukan oleh semua pihak yang ada
sangkut pautnya dengan tugas pendidikan. Administrasi pendidikan mencakup
kegiatan-kegiatan seperti, kegiatan perencanaan pengorganisasian, pengarahan
dan pengawasan khususnya dalam bidang pendidikan yang diselenggarakan di
sekolah-sekolah.
Jadi dapat disimpulkan bahwa administrasi pendidikan
sendiri adalah suatu ilmu tentang penyelenggaraan pendidikan di sekolah yang
berlaku bagi seluruh anggota baik staf sampai dengan kepala sekolah/madrasah,
dengan harapan dapat tercapainya tujuan pendidikan yang telah disepakati
sebelumnya. Maka dari itu, dalam makalah ini akan menjelaskan tentang
administrasi kepemimpinan dalam pendidikan.
1.2 Rumusan
Masalah
Dari latar belakang diatas, maka penulis memeberikan rumusan masalah
sebagai berikut:
1.
Apa saja yang masuk dalam
komponen administrasi kepemimpinan pendidikan?
2.
Bagaimana karakteristik
administrasi kepemimpinan pendidikan?
3.
Bagaimana peran kepala
sekolah/madrasah dalam administrasi pendidikan?
1.3 Tujuan
Dari rumusan masalah diatas, maka dapat diambil tujuan sebagai berikut:
1.
Memahami komponen dalam
administrasi kepemimpinan pendidikan
2.
Memahami karakteristik administrasi
kepemimpinan pendidikan
3.
Memahami peran kepala
sekolah/madrasah dalam administrasi pendidikan
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Komponen
Administrasi Kepemimpinan Pendidikan
A. Pengertian Kepemimpinan Pendidikan
Menerut Syaiful
Sagala berpendapat bahwakepemimpinan dapat dimaknai sebagai perilaku dan
aktifitas mempengaruhi dan menggerakkan orang-orang atau pengikut dengan
memelihara kepuasan kerja untuk mencapai tujuan yang spesifik.[1]
Sedangkan menurut Sondang. P. Siagian (1985:6) karena kepemimpinan
merupakan motor penggerak dari semua sumber-sumber dan alat-alat (resources)
yang tersedia bagi organisasi.
Jadi, kepemimpinan pendidikan sendiri dapat diartikan sebagai sosok
seorang pemimpin yang mampu dijadikan panutan atau penggerak dari staf-staf yang
berada disuatu lembaga pendidikan. Pemimpin juga harus mampu bersifat adil dan
bertanggung jawab dari semua kegiatan yang bertujuan agar kegiatan tersebut
dapat berjalan dengan efektif dan efisien.
B. Gaya Kepemimpinan
Adapun gaya-gaya kepemimpinan yang sesuai dengan konsep kepemimpinan
sendiri, Menurut Bill Woods ada tiga gaya kepemimpinan diantaranya:[2]
1.
Otokratis
Dalam gaya kepemimpinan ini, segala
peraturan hanya ditetapkan kepada seorang pemimpin. Dalam arti segala sesuatu
yang berkaitan dengan kekuasaan hanya berpusat pada seorang pemimpin, dan
semata-mata seluruh anggota harus patuh dengan peraturan yang ditetapkan oleh
pemimpin tersebut.
2.
Demokratis
Dalam gaya demokratis sangatlah
bertolak belakang dengan gaya otokratis, karena gaya demokratis menerapkan
kerja sama antar seorang pemimpin dengan anggota staf atau bawahan. Segala
peraturan ditetapkan dengan adanya kesepakatan bersama antara pemimpin dan
bawahan, sehingga dapat menjalankan pekerjaan dengan baik tanpa adanya keluhan.
3.
Kendali bebas
Gaya kepemimpinan kendali bebas yakni gaya
yang seluruh peraturan atau kekuasaannya diserahkan sepenuhnya kepada bawahan.
Bawahan yang melakukan kegiatan dalam pekerjaan sepenuhnya dan menyelesaikan
masalah yang timbul sendiri tanpa adanya campur tangan dari pemimpin.
Dari ketiga gaya tersebut yang lebih efektif dan efisien yaitu gaya
kepemimpinan demokratis. Karena dalam suatu lembaga pendidikan maupun
organisasi, seorang pemimpin dengan seluruh anggota staf harus bisa membaur dan
saling bekerja sama dengan tujuan agar perencanan yang telah ditetapkan
sebelumnya dapat menghasilkan tujuan yang mulia.
C. Dimensi-dimensi Kepemimpinan
Dimensi kepemimpinan disebutkan oleh David G. Bowers dan Stanley E.
Seashore sebagai berikut:
1.
Bantuan (support) yaitu tingkah laku
yang membesar perasaan berharga seseorang dan merasa dianggap penting.
2.
Kemudahan interaksi yaitu tingkah laku yang
memberanikan anggota-anggota kelompok untuk mengembangkan hubungan-hubungan
yang saling menyenangkan.
3.
Pengutamaan tujuan yaitu tingkah laku yang
merangsang antusiasme bagi penemu tujuan kelompok mengenai pencapaian prestasi
yang baik.
4.
Kemudahan bekerja yaitu tingkah laku yang
membantu pencapaian tujuan dengan kegiatan-kegiatan seperti penepatan waktu,
pengorganisasian, perencanaan dan penyediaan sumber-sumber seperti alat-alat,
bahan-bahan, dan pengetahuan teknis.[3]
Kepemimpinan pendidikan memberikan inofasi dan motivasi kepada seluruh
anggota bawahannya. Dengan adanya dimensi kepemimpinan seluruh anggota dalam
lembaga pendidikan dapat lebih mudah melakukan interaksi antar sesama dan
melaksanakan tugas dengan baik dan sesuai dengan peraturan yang telah
ditetapkan.
2.2
Karakteristik Administrasi Kepemimpinan Pendidikan
Untuk memenuhi kriteria kepemimpinan tersebut maka dapat dijelaskan
beberapa macam karakteristik pemimpin pendidikan yaitu:
1.
Memiliki pengetahuan dan
kemampuan yang cukup untuk mengendalikan lembaga atau organisasi.
2.
Mempunyai karisma, sehingga
dipandang oleh orang lain sangat pantas dijadikan seorang pemimpin.
3.
Mempunyai power dan
pengaruh yang dapat memerintahkan dan mengontrol pekerjaan yang dilakukan oleh
pegawai.
4.
Bersedia mendengarkan
pendapat atau nasihat dari bawahannya.
5.
Mempunyai pemikiran yang
jauh kedepan, sehingga dapat berjalan sesuai dengan rencana.
6.
Dan mempunyai kepercayaan
diri yang kuat.
Selain kriteria yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin tersebut untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya oleh pemimpin dan anggotanya.
Maka harus memiliki sifat sebagai berikut:
1.
Jujur
2.
Dapat dipercaya
3.
Cerdas
4.
Konsisten
5.
Memilik hati yang bersih
6.
Baik dan bijak, dls.
2.3 Peran
Kepala Sekolah Sekolah/Madrasah sebagai Administrator
Dalam suatu lembaga pendidikan seorang pemimpin/kepala sekolah sangatlah
berperan penting serta memiliki tanggung jawab yang tinggi. Oleh karena itu,
maka sebagai kepala sekolah haruslah melaksanakan tugasnya dengan baik, serta
mampu mengkaji kegiatan sebagai administrator pendidikan.
Kepala sekolah sebagai administrator pendidikan harus mampu
mengklasifikasikan fungsi dari kegiatan sekolah yang dipimpinnya. Maka dari itu
terdapat beberapa fungsi “Menurut M. Ngalim Purwanto” diantaranya:[4]
1.
Membuat perencanaan (planning)
Fungsi pertama
tanggungjawab kepala sekolah yaitu mampu membuat suatu perencanaan. Dalam
membuat perencanaan adalah syarat yang harus dilakukan baik mulai dari diri
sendiri / individu, dalam kelompok, bahkan dalam suatu organisasi.
Oleh karena itu,
membuat perencanaan mampu membuat suatu lembaga pendidikan berkembang. Karena
dalam pelaksaan suatu kegiatan dalam lembaga pendidikan, perencanaan sangat
berperan penting. Tanpa adanya suatu perencanaan maka tidak akan dapat
menghasilkan tujuan yang telah diinginkan.
2.
Penyusunan organisasi
Organisasi merupakan tempat kegiatan-kegiatan
administrasi itu dilaksanakan. Dan jika dipandang sebagai proses, maka
organisasi merupakan kegiatan-kegiatan atau menyusun dan menetapkan
hubungan-hubungan kerja antarpersonel. Kewajiban-kewajiban, wewenang dan
tanggung jawab masing-masing bagian atau personel yang masuk di dalam
organisasi itu disusun dan ditetapkan menjadi pola –pola kegiatan yang tertuju
kepada tercapainya tujuan-tujuan yang telah ditetapkan.[5]
Untuk menyusun organisasi
sekolah yang baik maka diperlukan prinsip-prinsip diantaranya:
a. Pihak
lembaga harus mempunyai tujuan yang jelas terlebih dahulu.
b. Selanjutnya
seluruh anggota harus bisa memahami dan menerima tujuan tersebut.
c. Adanya
kekompakan baik dalam pendapat, pemikiran dan tindakan.
d. Adanya
keselarasan antara perintah dan tanggung jawab.
e. Adanya
kesatuan perintah.
f. Dalam
pembagian tugas harus adil dan sesuai keahlian masing-masing.
g. Dalam
struktur organisasi hendaknya dibuat secara sama dengan kebutuhan organisasi.
h. Pola
organisasi hendanknya permanen, dalam arti tidak dapat dirubah-ubah.
i.
Adanya kesepakaatan keamanan dalam bekerja, maksudnya
antara pegawai dan pemimpin mempunyai kesepakatan bersama.
j.
Sudah ditetapkan pada struktur organisasi baik
kekuasaan dan tanggung jawab.
Maka dapat
diambil kesimpulan bahwa dalam suatu lembaga atau organisasi baik bawahan dan
pemimpin harus bisa selaras dalam mencapai tujuan. Dengan adanya beberapa
prinsip tersebut maka seorang bawahan dapat menerima hak dan melakukan
kewajibannya dengan baik, tanpa harus takut dilakukan semenah-menah oleh
atasan.
3. Bertindak
sebagai koordinator dan pengarah
Adanya bermacam-macam
tugas dan pekerjaan yang dilakukan oleh banyak orang, memerlukan adanya
koordinasi serta pengarahan dari pimpinan sekolah. Koordinasi serta pengarahan
dari kepala sekolah sangat diperlukan untuk macam-macam tugas dan pekerjaan
yang dilakukan orang yang berada dalam lembaga pendidikan.
4. Melaksanakan
pengelolaan kepegawaian
Pengelolaan kepegawaian mencakup
didalamnya penerimaan dan penempatan guru dan atau pegawai sekolah, pembagian
tugas pekerjaan guru dan pegawai sekolah, usaha kesejahteraan guru dan pegawai
sekolah, mutasi dan atau promosi guru dan pegawai sekolah, dsb.[6]
Suatu
pelaksanaan pengelolaan kepegawaian sangat erat kaitannya dengan kewajiban umum
seorang guru. Seluruh anggota yang ada di lembaga seperti guru maupun pegawai
lainnya harus saling berinteraksi dengan tujuan agar pengelolan dapat berjalan
dengan efektif.
Dari pemaparan
tentang peran kepala sekolah diatas, maka dapat ditarik kesimpilan yaitu kepala
sekolah harus mampu memberikan petunjuk dan pengawasan. Kemampuan yang harus
diwujudkan oleh kepala sekolah sebagai pemimpin dapat berjalan sesuai dengan
visi, misi serta tujuan sekolah. Sehingga proses yang berjalasn sesuai dengan
rencana tanpa adanya percekcokan antara pemimpin dengan pegawai maupun
percekcokan atnar pegawai sendiri.
BAB
III
PENUTUP
3.1
Simpulan
Dari pemaparan pembahasan diatas, maka dapat ditarik
kesimpulan sebagai berikut:
1. Komponen
yang berkaitan dengan administrasi kepemimpinan pendidikan yaitu meliputi makna
dari pengertian kepemimpinan pendidikan, dimensi apa saja yang baerkaitan
didalamnya dan model gaya kepemimpinan, diantaranya gaya otokratis, demokratis
dan kendali bebas.
2. Seorang
pemimpin harus memiliki sikap dan sifat yang baik, yang ada dalam karakteristik
pemimpin pendidikan. Diantaranya seperti memiliki sifat yang jujur, adil, dapat
dipercaya dsb. Untuk dijadikan panutan oleh seluruh anggota bawahannya.
3. Kepala
sekolah sebagai adminstrator pendidikan yang bertujuan agar jalannya proses
didalam lembaga pendidikan dapat berjalan dengan baik sesuai dengan visi, misi,
dan tujuan sekolah yang telah disepakati oleh seluruh pihak baik pemimpin, guru
maupun staf pegawai yang lain.
3.2
Saran
Dari penjelasan mengenai kepemimpinan pendidikan
diatas, maka penulis dapat memberikan saran terhadap kepemimpinan dalam
pendidikan diantaranya:
1. Setiap
pemimpin dalam pendidikan perlu memahami terlebih dahulu tentang dimensi yang
ada didalam peraturan lembaga tersebut, agar dapat melaksanakan kewajiban
sesuai dengan aturan yang ada.
2. Seorang
pemimpin pula perlu mengetahui karakteristik yang tentang kepemimpinan
pendidikan, agar dapat menjadi panutan atau contoh dari semua anggota
bawahannya.
3. Kepala
sekolah harus lebih bijak dalam merencanakan program-program yang ditetapkan
secara bersama dengan anggota staf yang lain serta memberikan hak kepada
bawahan, agar dapat mengelolah program sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.
3.3
Rekomendasi
Berdasarkan simpulan yang dipaparkan diatas, maka
penulis memberikan beberapa rekomendasi yang berkaitan dengan kepemimpinan
pendidikan sebagai berikut:
1. Kepemimpinan
pendidikaan harus mempunyai gaya kerja yang efektif, dan harus dapat dijadikan
motivasi dalam lembaga tersebut.
2. Setiap
pegawai yang masuk dalam lembaga pendidikan harus mempunyai sifat yang mampu
diteladani oleh peserta didik. Serta harus bisa membuat lembaga pendidikan
tersebut menjadi unggul dari semua aspek pendidikan.
3. Sebagai
administrator dalam suatu lembaga pendidikan kepala sekolah harus mampu membuat
rancangan pendidikan yang berkaitan dengan visi, misi dan tujuan sekolah yang
efektif dan efisien. Kepala sekolah juga harus bijak dalam membuat dan
memutuskan rancangan program pendidikan.
DAFTAR PUSTAKA
Sagala, Syaiful.
Administrasi Pendidikan Kontempore, Cetakan ke-6, ALFABETA,cv., Bandung, 2012.
Prihatin, Eka, Teori
Administrasi Pendidikan, ALFABETA, Bandung, 2011.
Purwanto, M.
Ngalim, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 2009.
[1] Syaiful Sagala, Administrasi
Pendidikan Kontempore (Bandung: ALFABETA, cv., 2012), hlm. 143- 144.
[2] Syaiful Sagala, ibid.,
hlm.151.
[3] Eka Prihatin, Teori
Administrasi Pendidikan (Bandung : ALFABETA, 2011), hlm. 103.
[4] M. Ngalim Purwanto, Administrasi
dan Supervisi Pendidikan (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2009), hlm.106.
[5] M.
Ngalim Purwanto, ibid. Hlm.108.
[6] M.
Ngalim Purwanto, ibid. Hlm.111.

Alhamdulillaah . .
BalasHapusSemoga ilmunya berkah, berlimpah. Aamiin
#demiilmu
Amin,semoga bermanfaat..
BalasHapus