Metode pembelajaran
MAKALAH
BY. NUR MALIYAH
METODE PEMBELAJARAN
BY. NUR MALIYAH
METODE PEMBELAJARAN
BAB
I
PENDAHULUAN
1.
Latar Belakang
Metode adalah cara yang fungsinya sebagai alat untuk
mencapai tujuan. Makin baik metode itu, makin efektif pula pencapaian tujuan.
Dengan demikian tujuan merupakan faktor utama dalam menetapkan baik tidaknya
penggunaan suatu metode.
Dalam hal metode mengajar, selain faktor tujuan, murid,
situasi, fasilitas dan faktor guru turut menetukan efektif tidaknya penggunaan
suatu metode. Karenanya metode mengajar itu banyak sekali dan sulit
menggolong-golongkannya. Lebih sulit lagi menetapkan metode mana yang memiliki
efektifitas paling tinggi, sebab metode yang kurang baik ditangan seorang
guru dapat menjadi metode yang baik
sekali ditangan guru yang lain dan
metode yang baik akan gagal ditangan guru yang tidak menguasai teknik
pelaksanaannya.
2.
Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan metode pembelajaran yang efektif?
2. Bagaimana kedudukan metode dalam belajar mengajar?
3. Apa saja macam-macam metode pembelajaran?
3.
Tujuan
1. Mengetahui apa yang dimaksud dengan metode pembelajaran yang efektif.
2. Mengetahui kedudukan metode dalam belajar mengajar.
3. Mengetahui
apa saja yang ada dalam metode pembelajaran.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Metode Pembelajaran Yang Efektif.
Belajar atau
pembelajaran adalah merupakan sebuah kegiatan yang wajib kita lakukan dan kita
berikan kepada anak-anak kita. Karena ia merupakan kunci sukses unutk menggapai
masa depan yang cerah, mempersiapkan generasi bangsa dengan wawasan ilmu
pengetahuan yang tinggi. Yang pada akhirnya akan berguna bagi bangsa, negara,
dan agama. Melihat peran yang begitu vital, maka menerapkan metode yang efektif
dan efisien adalah sebuah keharusan.[1]
Metode pembelajaran adalah cara-cara atau teknik penyajian bahan pelajaran
yang akan digunakan oleh guru pada saat menyajikan bahan pelajaran, baik secara
individual atau secara kelompok. Agar tercapainya tujuan pembelajaran yang
telah dirumuskan, seseorang guru harus mengetahui berbagai metode. Dengan
memiliki pengetahuan mengenai sifat berbagai metode, maka seorang guru akan
lebih mudah menetapkan metode yang paling sesuai dengan situasi dan kondisi.
Syarat-syarat yang harus diperhatikan oleh seorang guru dalam penggunaan
metode pembelajaran yaitu :
1.
metode yang harus dipergunakan
harus dapat membangkitkan motif, minat atau gairah belajar siswa.
2.
Metode yang digunakan dapat
merangsang keinginan siswa untuk belajar lebih lanjut.
3.
Metode yang digunakan harus
dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk mewujudkan hasil karya.
4.
Metode yang digunakan harus
dapat menjamin perkembangan kegiatan kepribadian siswa,.
5.
Metode yang digunakan harus
dapat mendidik murid dalam teknik belajara sendiri dan cara memperoleh
pengetahuan melalui usaha pribadi.
6.
Metode yang digunakan harus dapat menanamkan
dan mengembangkan nilai-nilai dan sikap siswa dalam kehidupan sehari-hari.[2]
2.2 Kedudukan
Metode Dalam Belajar Mangajar.
Kegiatan belajar mengajar yang
melahirkan interaksi unsur-unsur manusiawi adalah sebagai suatu proses dalam
rangka mencapai tujuan pengajaran. Salah satu usaha yang tidak pernah guru
tinggalkan adalah bagaimana memahami, kedudukan metode sebagai salah satu
komponen yang ikut ambil bagian bagi keberhasilan kegiatan belajar mengajar.
Dan analisis yang dilakukan, lahirkan pemahaman tentang kedudukan metode
sebagai alat motivasi extrinsic, sebagai strategi pengajaran dan sebagai alat
untuk mencapai tujuan.[3]
2.3
Mcam-macam Metode Pembelajaran.
Metodologi mengajar adalah ilmu
yang mempelajari cara-cara untuk melakukan aktivitas yang tersistem dari sebuah
lingkungan yang terdiri dari pendidikan dan peserta didik untuk saling
berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan sehingga proses belajar berjalan
dengan baik dalam arti tujuan pengajaran tercapai.[4]
Agar tujuan pengajaran tercapai
sesuai dengan yang telah dirumuskan oleh pendidik, maka perlu mengetahui,
mempelajari beberapa metode mengajar, serta dipratekkan pada saat mengajar.
Beberapa metode diantaranya:
1.
Metode ceramah (preaching
method)
Metode ceramah adalah suatu cara mengajar atau penyajian materi melalui
penuturan dan penerapan lisan oleh guru kepada siswa. Agar siswa efektif dalam
proses belajar-mengajar yang menggunakan metode ceramah, maka siswa perlu
dilatih mengembangkan keterampilan berfikir untuk memahami suatu proses dengan
cara mengajukan pertanyaan, memberikan tanggapan dan catatan penalarannya
secara sistematis.[5]
● Beberapa kelebihan
metode ceramah yaitu:
a)
Guru mudah menguasai kelas
b)
Guru mudah menerangkan
bahan pelajaran berjumlah besar
c)
Dapat diikuti anak didik
dalam jumlah besar
d)
Mudah dilaksanakan.[6]
● Beberapa
kelemahan metode ceramah yaitu:
a)
Membuat siswa pasif
b)
Mengandung unsur paksaan
kepada siswa
c)
Bila pelajaran terlalu lama
dapat membosankan
2.
Metode diskusi (Discussion
method)
Diskusi merupakan
istilah yang sudah biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi adalah
suatu kegiatan kelompok untuk memecahkan suatu masalah dengan maksud untuk
mendapat pengertian bersama yang lebih jelas dan lebih teliti tentang sesuatu
atau untuk merampungkan keputusan bersama.
● Metode diskusi diaplikasikan
dalam proses belajar mengajar untuk:
a)
Mendorong siswa berpikir
kritis
b)
Mendorong siswa
mengekspresikan pendapatnya secara bebas
c)
Mendorong siswa
menyumbangkan buah pikirnya untuk memecahkan masalah bersama
d)
Mengambil satu alternatif
jawaban atau beberapa untuk memecahkan masalah berdasarkan pertimbangan yang
seksama.
● Kelebihan
metode diskusi:
a)
Menyadarkan anak didik
bahwa masalah dapat dipecahkan dengan berbagai jalan
b)
Menyadarkan anak didik
bahwa dengan berdiskusi mereka saling mengemukakan pendapat secara konstruktif
sehingga dapat diperoleh keputusan yang lebih baik
c)
Membiasakan anak didik
untuk mendengarkan pendapat orang lain sekalipun berbeda dengan pendapatnya dan
membiasakanbersikap toleransi.
● Kelemahan
metode diskusi:
a)
Tidak dapat dipakai dalam
kelompok yang besar
b)
Peserta diskusi mendapat
informasi yang terbatas
c)
Dapat dikuasai oleh
orang-orang yang suka berbicara
d)
Biasanya orang menghendaki
pendekatan yang lebih formal.
3.
Metode demontrasi
(demonstration method)
Metode demontrasi
adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan dan
urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan
media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan.[7]
● Kelebihan metode
demonstrasi:
a)
Membantu anak didik
memahami dengan jelas jalannya suatu proses atau kerja suatu benda
b)
Memudahkan berbagai jenis
penjelasan
c)
Kesalahan-kesalahan yang
terjadi dari hasil ceramah dapat diperbaiki melalui pengamatan dan contoh
konkret, dengan menghadirkan objek sebenarnya.
● Kelemahan
metode demonstrasi:
a)
Anak didik terkadang sukar
melihat dengan jelas benda yang akan dipertunjukkan
b)
Tidak semua benda dapat
didemontrasi
c)
Sukar dimengerti bila
didemontrasikan oleh guru yang kurang menguasai apa yang didemontrasikan.
4.
Metode ceramah plus
Metode ceramah plus adalah metode mengajar yang menggunakan lebih dari
satu metode, yakni metode ceramah gabung dengan metode lainnya. Dalam hal ini
penulis akan menguraikan tiga macam metode ceramah plus yaitu:
a)
Metode ceramah plus tanya
jawab dan tugas (CPTT)
b)
Metode ceramah plus diskusi
dan tugas (CPDT)
c)
Metode ceramah plus
demontrasi dan latihan (CPDL)
5.
Metode resitasi (recitation
method)
Metode resistesi adalah suatu metode mengajar dimana siswa diharuskan
membuat resum dengan kalimat sendiri. Keunggulannya yaitu pengetahuan yang anak
didik peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diingat lebih lama. Namun,
terkadang anak didik melakukan penipuan dimana anak didik hanya meniru hasil
pekerjaan temannya tanpa mau bersusah payah mengerjakan sendiri.
6.
Metode percobaan
(experimental method)
Metode percobaan adalah metode pemberian kesempatan kepada anak didik
perorangan atau keolmpok, untuk dilatih melakukan suatu proses ataupercobaan.
Tujuannya agar membuat anak didik lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan
berdasarkan percobaannya sendiri daripada hanya menerima kata guru atau buku.
Tetapi adapun kekurangannya yakni dengan tidak cukupnya alat-alat mengakibatkan
tidak setiap anak didik berkesempatanmengadakan eksperimen.
7.
Metode karya wisata
Metode karya wisata adalah suatu metode mengajar yang dirancang terlebih
dahulu oleh pendidik dan diharapkan siswa membuat laporan dan diskusikan bersama
dengan peserta didik yang lain, serta didampingi oleh pendidik, yang kemudian
dibukukan. Dengan adanya metode tersebut, pengajaran dapat lebih merangsang
kreativitas anak. Namun dari metode ini , membutuhkan banyak pihak yang
terlibat.
8.
Metode latihan keterampilan
(drill method)
Metode latihan keterampilan adalah suatu metode mengajar, dimana siswa
diajak ketempat latihan keterampilan untuk melihat bagaimana cara membuat
sesuatu, bagaimana cara menggunakannya
untuk apa dibuat, apamanfaatnya dan sebagainya. Anak dapat memperoleh
kecakapan motorik, mental, serta membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan
kecepatan pelaksanannya. Kekurangannya yaitu dapat menghambat bakat dan
inisiatif anak didik karena anak didik lebih banyak dibawa kepada penyesuaian
dan diarahkan kepada jauh dari pengertian.
9.
Metode mengajar beregu
(team teaching method)
Metode mengajar beregu adalah suatu metode mengajar dimana pendidiknya
lebih dari satu orang yang masing-masing mempunyai tugas.
10.
Metode mengajar sesama
teman (peer teaching method)
Metode mengajar sesama teman adalah suatu metode mengajar yang dibantu
oleh temannya sendiri.
11.
Metode pemecahan masalah
(problem solving method)
Metode pemecahan masalah adalah suatu metode mengajar yang mana siswanya
diberi soal-soal, lalu diminta pemecahannya.
12.
Metode perancangan (projeck
method)
Metode perancangan adalah suatu metode mengajar dimana pendidik harus
merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai objek kajian. Keunggulannya
yaitu dapat merombak pola pikir anak didik dari yang sempit menjadi lebih luas
dan menyeluruh dalam memandang dan memecahkan masalah yang dihadapi, sedangkan
kekurangannya yakni pada kurikulum yang
berlaku di negara kita saat ini, baik secara vertikal maupun herizontal, belum
menunjang pelaksanaan metode ini.
13.
Metode bagian (teileren
method)
Suatu metode mengajar dengan menggunakan sebagian-sebagian, misalnya ayat
per ayat kemudian disambung lagi dengan ayat lainnya yang tentu saja berkaitan
dengan masalahnya.
14.
Metode global (ganze
method)
Metode global yaitu suatu metode mengajar dimana siswa disuruh membaca
keseluruhan materi, kemudian siswa meresum apa yang dapat mereka serap atau
ambil intisari dari materi tersebut.
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
1.
Metode pembelajara adalah
cara-cara atau teknik penyajian bahan pelajaran yang akan digunakan oleh guru
pada saat menyajikan bahan pelajaran, baik secara individual atau secara
kelompok.
2.
Kedudukan metode dalam
belajar yaitu sebagai alat motivasi extrinsic, sebagai strategi pengajaran dan
sebagai alat untuk mencapai tujuan.
3.
Dengan adanya berbagai
macam metode pembelajaran, dapat mempermudah guru untuk membuat suasana
pembelajaran didalam kelas dapat efekti dan efisien. Seta guru dapat memilih
metode yang akan digunakan sesuai dengan situasi dan kondisi dalam proses
belajar mengajar tersebut.
3.2 Saran
penulis
menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu penulis
senantiasa dengan lapang dada menerima bimbingan dan arahan serta saran dan
kritikan yang sifatnya membangun demi
perbaikan makalah berikutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Komentar
Posting Komentar